Indonesiakitanews.com – Samarinda. Banjir yang melanda kota Samarinda membutuhkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan. Anggota komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah menekankan pentingnya adanya blueprint yang jelas untuk mengatasi masalah banjir di kota ini.
Menurut Andriansyah, banjir bukan hanya soal curah hujan yang tinggi, tetapi juga terkait dengan adanya blueprint atau konsep yang kuat, pengelolaan tata ruang, pengelolaan drainase, kolam retensi, perubahan tata guna lahan, dan kesadaran masyarakat yang perlu ditingkatkan. Untuk itu, Ia mengusulkan agar pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat bekerjasama dalam merancang serta melaksanakan solusi efektif yang bersifat komprehensif.
“Tidak ada konsep yang kuat dari jaman kemarin, jaman dulu-lah. Artinya harusnya ada blueprint yang jelas dan itu pasti ada hubungannya dengan pembangunan, penataan ruang, terutama itu yang harusnya dirapikan. Jadi RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) itu harus disusun, setidaknya sampai tahun 2045 sudah selesai berurusan dengan masalah banjir termasuk sampah dan ini saling berkaitan, ” ujar Andriansyah.
Lebih lanjut, Andriansyah menyarankan agar pemerintah daerah segera menyusun rencana yang bersifat komprehensif yang tidak hanya menyelesaikan masalah banjir sementara, tetapi juga mengantisipasi dampak perubahan iklim di masa depan. Salah satu langkah yang di usulkan selain perencanaan yang bersifat komprehensif, Ia berharap semua pihak terkait harus konsisten dan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah banjir. Tempat Rental Mobil di Bandung Rental Mobil dan Supir Bandung
“Untuk menyelesaikan masalah banjir, tidak boleh jalan sendiri-sendiri, semua pihak terkait harus berkolaborasi agar terbangun komunikasi yang kuat. Contoh di gang Ogok itu drainase sudah dibangun, tinggi sekitar 1 meter lebih dari jalan yang sudah ada, harusnya diikuti dengan peningkatan jalan. Artinya bidang yang menangani drainase telah merasa proyeknya telah dikerjakan, selesai. Harusnya semua pihak ada koordinasi dan kolaborasi yang jelas, karena ini saling berkaitan antara pembangunan jalan dan drainase. Yang terjadi sekarang kalau sudah hujan yang tengah jalan jadi jalur air sehingga drainase tidak berfungsi maksimal” Pungkasnya.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pihak terkait lainnya, diharapkan banjir yang melanda kota Samarinda bisa teratasi. Sehingga tidak mengganggu aktivitas warga dan ekonomi setempat.
Penulis : Marno
Editor : Hidayat





