Indonesiakitanews.com – Samarinda. Semangat pengabdian tampak nyata dalam kegiatan reses Arif Kurniawan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda yang digelar di Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang. Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh antusias dari warga, kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11 malam itu menghadirkan perwakilan dari 38 RT serta sejumlah tokoh masyarakat, lurah, Babinsa, dan sekretaris kelurahan. (20/05/2025)

Arif mencatat lima lembar penuh aspirasi warga. Mulai dari keluhan banjir yang sudah menenggelamkan rumah hingga 45 cm, permintaan normalisasi sungai di sekitar Perumahan Korpri, dan perbaikan sistem drainase agar aliran air dapat disalurkan ke wilayah Pal Besi.
“Ini bukan masalah kecil. Banjir bukan sekadar genangan, tapi trauma. Bahkan ada warga yang sudah delapan kali menjadi korban. Maka kita harus dorong penanganan dari hulu ke hilir,” ujar Arif.
Selain banjir, warga juga menyoroti kendaraan berat yang melintasi pemukiman dan menyebabkan kerusakan rumah serta rawan kecelakaan. Menanggapi keluhan warga, Arif mengusulkan agar ada alternatif jalur tembus dari Mahulu ke Ringroad, agar truk-truk besar tidak lagi melewati kawasan padat penduduk.
“Saya dengar sendiri, rumah warga retak, masjid ikut terdampak. Kita perlu solusi struktural. Kalau memungkinkan, ada jalur baru dari Mahulu ke Ringroad agar truk-truk besar tidak lagi masuk ke kawasan padat,” tegasnya.

Politisi senior dari Fraksi PKS itu juga menyoroti Program Probebaya dan memberikan solusi struktural. Menurut Arif, Program Probebaya saat ini belum maksimal menyentuh kebutuhan warga. Arif mendorong sinergitas yang lebih kuat lagi antara Pemkot dan POKMAS, serta percepatan pencairan agar program berjalan tepat waktu.
“Probebaya sudah baik, tapi belum maksimal. Harus lebih kokoh sinerginya, jangan sampai warga merasa bekerja sendiri. Kita kawal supaya pencairan dan pelaksanaan tidak terlambat lagi,” ucapnya.
Tak hanya itu, soal status lahan warga pun menjadi sorotan. Warga Perumahan Korpri yang sudah puluhan tahun mencicil rumah ternyata belum memiliki sertifikat hak milik karena terkendala status HGB/HPL yang dikelola Pemprov.
“Saya paham betul kegelisahan warga. Apalagi banyak yang pensiunan. Sertifikat ini bukan sekadar dokumen, tapi ketenangan hidup. Saya siap perjuangkan hingga ke provinsi,” tutur Arif mantap.
Reses ini menjadi momen penting bagi Arif Kurniawan. Meski baru pertama menjabat sebagai anggota DPRD, ia menunjukkan komitmen luar biasa dalam menyerap, merespons, dan mengawal aspirasi warganya.
“Saya tidak datang hanya untuk mendengar, tapi untuk bekerja bersama rakyat. Setiap aspirasi adalah amanah yang harus diperjuangkan,” pungkasnya. (red/Mar).







