Indonesiakitanews.com – Penajam. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) semakin mendekati hari H. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) PPU pun telah menggelar debat kandidat untuk mengetahui dan mengelaborasi lebih jauh visi dan misi masing-masing pasangan calon (Paslon).
Pada debat pertama lalu, dilaksanakan di Kabupaten PPU, namun menurut rencana, debat kedua yang segera digelar beberapa waktu kedepan akan dilaksanakan di Jakarta.
Rencana KPU tersebut ternyata menuai kritik dari berbagai pihak, salah satunya dari LSM Guntur yang digawangi oleh Kasim Assegaf.
Menurut Kasim, langkah KPU yang melaksanakan debat di Jakarta adalah sebuah langkah yang tidak efektif dan pemborosan anggaran.
“Kenapa harus debat di Jakarta, untuk apa ?” Tanya Kasim dengan nada emosional.
Kasim melanjutkan, “KPU kan harusnya memahami yang namanya prinsip efisiensi anggaran, bukan malah terkesan menghambur-hamburkan anggaran. Kalau debat di Jakarta, kan besar sekali biaya yang harus dikeluarkan.” Lanjutnya.
Kasim juga menilai, yang dilakukan KPU ini adalah langkah yang terkesan hanya ingin menghabiskan anggaran dan patut di pertanyakan.
“Kalau mau bagus, kenapa tidak memanfaatkan IKN saja, undang TV Nasional dan media-media nasional lainnya. Saya kira dari sisi kebijakan ini patut dipertanyakan. Ada apa KPU ?.” Ungkapnya.
Kasim menjelaskan, bahwa perilaku KPU yang dinilai berlebihan dan tidak efektif ini telah menjadi obrolan warung kopi.
“Ini sudah jadi sorotan publik, para paslon itu kan calon kepala dan wakil kepala daerah PPU, bukan Jakarta. Sehingga kita patut mempertanyakannya, karena yang digunakan itu kan dana APBD bukan dana pribadi.” Ujarnya.
Ketua LSM Guntur itu juga mengatakan, seharusnya KPU peka terhadap keinginan masyarakat PPU yang ingin debat dilaksanakan di PPU.
“Walaupun Paslon dan Timsesnya tidak keberatan, tetapi harusnya KPU lah yang peka terhadap keinginan masyarakat. Jangan malah melakukan inisiatif yang justeru tidak efektif dan efisien.” Tutupnya.








