Indonesiakitanews.com – Penajam. Beberapa waktu lalu Muhammad Yusuf (24) yang sebelumnya adalah seorang yang bekerja sebagai penjaga malam di Kantor Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diberhentikan dari tempatnya bertugas.
Yusuf (sapaannya) mengaku dipanggil dua orang pengurus dan menyampaikan perihal pemberitahuan pemberhentiannya sebagai penjaga malam.
“Waktu itu saya dipanggil sama pengurus baru, satu laki-laki sama satu lagi perempuan, baru saya dikasih tau kalau saya diberhentikan, katanya sudah tidak ada anggaran untuk gaji penjaga malam,” ungkap Yusuf.
Pemberhentian yang dianggap tidak wajar dan terkesan tendensius itu kemudian ditelusuri lebih lanjut usai berita pemberhentian itu mencuat di media.
Bupati PPU, Mudyat Noor yang mendapatkan Tembusan surat pemberhentian itu kemudian meminta kepada Ketua TP PKK untuk meninjau ulang surat pemberhentian dimaksud, hasilnya sangat positif, Muhammad Yusuf dipanggil kembali untuk melanjutkan tugasnya bekerja sebagai penjaga malam.
“Alhamdulillah saya bersyukur sekali bisa kembali kerja, padahal saya sudah hampir putus asa, bingung mau kerja apa lagi, mau bantu orang tua sama bayar cicilan motor juga pakai apa, tinggal itu aja yang saya harapkan, saya bantu ekonomi orangtua juga dari situ juga,”
Yusuf menambahkan, “Katanya, saya dengar kabar, ada salah paham saja, pak Bupati sama Ketua PKK tidak tahu bagaimana yang sebenarnya, jadi pas di cek lagi, ternyata saya dipanggil kerja lagi, jadi saya bersyukur, terimakasih betul sama pak Bupati sama Ketua PKK,” ujarnya menambahkan.
Orangtua (ayah) Muhammad Yusuf sendiri mengaku sangat bersyukur atas kebijakan yang mengembalikan Yusuf untuk bekerja.
“Yang saya dengar itu Kebijakan Bupati sama Ketua PKK, makanya Yusuf dipanggil kerja lagi, Alhamdulillah, memang dari awal saya sudah curiga, pak Bupati sama Ketua PKK pasti tidak tau bagaimana jalannya ceritanya sampai Yusuf diberhentikan kerja,” kata pria yang akrab disapa Sapri itu.
Sapri mengaku berterimakasih kepada Bupati PPU dan Ketua TP PKK Hj. Dewy Yuliana.
“Terima kasih sekali sama pak Bupati sama Ibu Ketua PKK, mau jadi apa kasian kalau Yusuf berhenti kerja, mana ada cicilan motornya juga, baru Yusuf juga dari gajinya dia bantu juga untuk dirumah, mudah-mudahan Tuhan balas semua kebaikan pak Bupati sama Ketua PKK,” ujarnya.
Ucapan terimakasih Kepada Bupati PPU dan Ketua TP PKK PPU juga datang dari Laskar Merah Keluarga Besar Penajam Paser Utara, melalui Ketua Umumnya, Laskar Merah menyampaikan ucapan terimakasih.
“Ini luarbiasa sekali, urusan kecil seperti sampai jadi perhatian pak Bupati sama Ibu Ketua PKK, jadi kami dari Laskar Merah Keluarga Besar PPU sangat apresiasi dan terimakasih atas perhatian beliau berdua,” ujarnya singkat.
Selain Laskar Merah, pihak Pemangku Adat Paser juga mengucapkan terima kasih.
“Kami dapat informasi dari orangtu Yusuf, katanya Yusuf sudah kembali bekerja, jarang-jarang ada respon cepat seperti ini, jadi kami atas nama Lembaga Adat Paser PPU, sangat berterimakasih kepada pak Bupati dan Ketua PKK yang sudah menyelesaikan masalah ini dengan hasil yang membahagiakan bagi masyarakat,” Ujar Sahnan (Wakil Ketua Masyarakat Adat Paser).
Terpisah, Ketua LSM Guntur, Kasim Assegaf menyatakan apresiasi kepada Bupati PPU dan Ketua PKK PPU, namun ia juga memberikan catatan penting yang merupakan kritik terhadap pihak-pihak yang diduga mendalangi pemberhentian Muhammad Yusuf.
“Saya sejak awal sudah dapat informasi pemecatan adik kita Muhammad Yusuf, saya juga baca surat pemberhentiannya, tapi saya tidak yakin kalau Ketua TP PKK yang juga adalah ibu Bupati mengambil kebijakan seperti itu, pasti ada pihak-pihak yang mau memanfaatkan situasi, mungkin dianggap ibu Ketua PKK tidak tahu kondisi PPU jadi mereka mau bikin manuver, tapi kan hasilnya blunder,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Jadi bawahan itu harus berikan informasi yang benar kepada atasan, jangan mentang-mentang dekat sama atasan atau merasa punya jabatan, lalu digunakan untuk “menindas” orang lain, apalagi sampai menjebak atasan untuk hal-hal remeh temeh seperti ini,” katanya.
Kasim juga menekankan pentingnya bagi semua aparatur untuk menjaga kewibawaan pemerintah dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak citra dan nama baik pemerintah terutama Bupati (termasuk Ibu Bupati).
“Saya tidak ada beban untuk menyampaikan ini, tolong kepada semua orang yang merasa dekat dengan pak Bupati dan juga bagi siapapun yang memiliki jabatan di pemerintahan, jaga wibawa pemerintah, jaga juga wibawa institusi, jangan jadi api dalam sekam, itu buruk sekali, kemudian, kepada pak Bupati juga kami dari LSM Guntur berpesan, agar bisa melakukan registrasi ulang terhadap orang-orang disekitarnya,” Tegasnya.(red.hai)









