Senin, 27 Juli 2026
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Login
Indonesia Kita News
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sosial
  • Berita Daerah
  • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlementaria
  • ADV
    • DPRD Samarinda
    • DPRD PPU
    • Penajam Paser Utara
    • DPRD Provinsi Kaltim
  • Sosial
  • Berita Daerah
    • Samarinda
  • Hukum
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Indonesia Kita News
No Result
View All Result
Home Berita Daerah Penajam Paser Utara

Dukung Program Presiden, Tapi Jangan Korbankan Kepentingan Utama Daerah

Kasim : "Ini Kaltim bukan pulau Jawa"

admin by admin
18 Juli 2025
in Penajam Paser Utara
0
0
SHARES
50
VIEWS
Bagikan di WhatAppBagikan di Facebook

Indonesiakitanews.com – Penajam. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengeluarkan kebijakan pemangkasan anggaran dalam rangka efisiensi terhadap semua kementerian dan lembaga serta transfer ke daerah.

Pemangkasan anggaran tersebut diketahui hingga sebesar Rp 306,69 triliun pada 2025. Target tersebut tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, pemangkasan atau efisiensi anggaran tersebut guna mensukseskan beberapa program prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program hilirisasi. Akibat dari kebijakan tersebut, berbagai program yang telah disiapkan oleh kementerian, lembaga dan pemerintah daerah harus disusun ulang.

Yang paling terdampak dari pemangkasan anggaran tersebut adalah pemerintah daerah khususnya daerah dikawasan tengah dan timur Indonesia tidak terkecuali Kalimantan Timur dan lebih khusus lagi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pemerintah daerah harus memutar otak untuk bisa mensiasati berbagai program pembangunan yang telah disiapkan.

Ketua LSM Guntur, Kasim Assegaf memberikan tanggapannya terhadap pemangkasan anggaran dimaksud. Menurutnya, daerah tidak selalu harus mengamini keputusan pusat seratus persen.

“Kita tahu bahwa kebijakan anggaran adalah hak pusat, akan tetapi kita didaerah juga harus mengambil langkah negosiasi berdasarkan berbagai rasio, misalnya rasio kondisi infrastruktur. Kaltim dan dan daerah lainnya diluar pulau Jawa tidak bisa disamakan dengan pulau Jawa. Kalau di Jawa kan infrastrukturnya sudah 90 persen bagus, kita di Kaltim ini apalagi di PPU masih butuh pembangunan infrastruktur.” Ungkapnya.

Ia menambahkan, “Pemerintah daerah harus melakukan upaya renegosiasi terkait pemangkasan anggaran ini, jangan sampai kita tidak melakukan upaya renegosiasi dengan pusat, karena ini demi kemaslahatan masyarakat daerah.” Tambahnya. dijual rumah kota baru parahyangan

Kasim menjelaskan, mendukung kebijakan Presiden tidak harus mengorbankan kepentingan masyarakat daerah.

“Pusat harus disadarkan, masih banyak daerah atau kawasan yang terisolir karena kondisi infrastruktur yang tidak memadai. Bagaimana perekonomian bisa bertumbuh kalau mobilitas masyarakat terhambat karena kondisi jalan yang tidak dapat dilalui, apalagi ketika musim hujan seperti sekarang, kasian masyarakat, harus melewati jalan berlumpur dan kadang harus menerjang banjir. Jadi kita dukung program Presiden tapi apa gunanya jika program itu justeru menyusahkan masyarakat dalam jangka panjang.” Jelas pria yang akrab disapa Habib itu.

Menurutnya, kedepan Bupati PPU harus bisa membangun komunikasi ke pusat agar sekalipun ada pemangkasan tetapi tidak mengalami pemangkasan signfikan.

“Tugas berat bagi Bupati kita diawal masa jabatan ini, beliau harus melakukan negosiasi ke pemerintah pusat terkait pemangkasan anggaran, artinya, Bupati dihadapkan pada setidaknya beberapa permasalahan seperti masalah THL yang tetap harus dicarikan solusi alternatifnya, kemudian masalah infrastruktur daerah yang perlu dan mendesak untuk dibangun dan mensukseskan program Presiden terutama MBG. Ini akan bergantung pada kemampuan Bupati kita dan DPRD dalam melakukan komunikasi dan negosiasi dengan pusat.” Ujarnya. Harga Website Toko Online

Kasim berharap Bupati dan DPRD bisa bersama-sama untuk memperjuangkan hak-hak daerah yang terkebiri oleh keputusan pusat yang sangat ambisius dan verdampak buruk bagi daerah.

“Bagaimanapun pemangkasan anggaran ini akan berdampak sangat buruk terhadap pembangunan daerah. Jadi Bupati dan DPRD tidka boleh diam saja, bayangkan kalau kebijakan pemangkasan anggaran ini berjalan terus selama lima tahun, akan jadi apa negara kita ini. Akan jadi apa daerah kita, pembangunan mangkrak, infrastruktur amburadul dan akhirnya negara hanya melaksanakan program-program ambisius yang dalam jangka panjang akan tidak baik bagi daerah.”

“Makan Bergizi Gratis untuk anak sekolah, bagus, hilirisasi bagus, tapi ketika anggaran daerah dipangkas, pembangunan tidak berjalan, bagaimana ekonomi tumbuh. Jadi sekali lagi Bupati dan DPRD harus memikirkan ini secara serius.” Pungkasnya.(red.hai).

Previous Post

Kabar Kedatangan Gibran Di Kota Tepian, HMI Unmul Singgung Fufufafa

Next Post

Pusat Pangkas Anggaran Daerah, Ini Dampak Negatif Yang Dialami Daerah

admin

admin

Related Posts

LSM Guntur Minta DLH PPU dan Otorita IKN Jangan Tutup Mata, Bukti Kebiadaban Penambang Terpampang di Depan Mata
Penajam Paser Utara

Krisis Fiskal Daerah, Kasim : Disinilah Ujian Kepemimpinan Sesungguhnya, Mampu Berbuat Atau Hanya Penikmat

4 April 2026
Tak Digubris OIKN, Petani Lokal Terancam Kehilangan Sumber Hidup di Lahan Sendiri
Penajam Paser Utara

Tak Digubris OIKN, Petani Lokal Terancam Kehilangan Sumber Hidup di Lahan Sendiri

25 Maret 2026
Jelang Setahun Kepemimpinan, Mutasi OPD PPU Tak Kunjung Jalan, Publik Pertanyakan Ketegasan Bupati Mudyat Noor
Penajam Paser Utara

Bupati PPU Lakukan Mutasi Eselon II, 31 Kepala Dinas dan Badan Bergeser

13 Maret 2026
Paripurna Tanpa Bupati: APBD PPU 2026 Diduga Disahkan Secara Gelondongan, Ada Apa di Balik Layar?
Penajam Paser Utara

Ujian Kepemimpinan Bupati PPU: Mutasi Pejabat Eselon II Disebut Segera Digelar, Publik Tuntut Meritokrasi

12 Maret 2026
Mutasi 148 Pejabat di PPU Akhirnya Terlaksana, Tuai Sorotan dari Sejumlah Kalangan
Penajam Paser Utara

Kasus Pengeroyokan Pemuda Dayak di IKN Diselesaikan Lewat Sidang Adat, Kepala Adat Besar Paser Tegaskan Pelanggaran Ganda

4 Maret 2026
Ahmad Nyompa, Ketua Kelompok Tani.
Penajam Paser Utara

Kelompok Tani Usaha Baru Samboja Barat Minta Audiensi dengan OIKN, Harapkan Kepastian Pengelolaan Lahan

4 Maret 2026
Next Post

Pusat Pangkas Anggaran Daerah, Ini Dampak Negatif Yang Dialami Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Efek Domino Kasus MBG

Efek Domino Kasus MBG

13 Juli 2026
Mengungkap Peran Elit Dalam Kasus Febri Adriansyah. Pertemuan di Wisma Danantara Ungkap Fakta Yang Terjadi.

Mengungkap Peran Elit Dalam Kasus Febri Adriansyah. Pertemuan di Wisma Danantara Ungkap Fakta Yang Terjadi.

13 Juli 2026
APBD 2026 Siap Diketok: Ujian Besar bagi Bupati Terpilih di Tengah Pemangkasan Anggaran Drastis

LSM Guntur Dukung Polri Berantas Mafia Batu Bara

10 Juli 2026
Kelompok Tani Usaha Baru Akhirnya Audiensi dengan Otorita IKN, Harapan Baru untuk Pengelolaan Lahan

Kelompok Tani Usaha Baru Akhirnya Audiensi dengan Otorita IKN, Harapan Baru untuk Pengelolaan Lahan

8 April 2026
  • Home
  • Kontak
  • Pasang Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Profile
  • Redaksi
  • Sample Page

© 2022 - indonesiakitanews.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In