Indonesiakitanews.com – Penajam. Penajam Paser Utara (PPU) adalah daerah dengan potensi yang cukup besar untuk dapat mensejahterakan masyarakatnya. Namun demikian disadari pula bahwa salah satu faktor penentu menuju kemakmuran dan kesejahteraan adalah faktor kepemimpinan.
Faktor kepemimpinan sangat berpengaruh signifikan terutama dalam hal pengambilan keputusan dan kebijakan. Setiap kebijakan yang diambil oleh seorang pemimpin akan memberikan pengaruh terhadap keberlangsungan masyarakat yang dipimpinnya.
Hadirnya Mudyat Noor, Bupati terpilih yang akan menakhodai kabupaten PPU untuk periode 2025 – 2030 tentunya membawa harapan besar bagi kemajuan PPU dimasa depan. Tim redaksi Indonesiakitanews.com mencoba menghubungi beberapa tokoh masyarakat terkait dengan prospek kepemimpinan PPU setidaknya untuk 5 (lima) tahun mendatang.
Para tokoh yang dihubungi tersebut memberikan berbagai tanggapan dan harapan mereka ditangan pemimpin baru PPU, Mudyat Noor.
Rudiansyah, Tokoh Masyarakat / Ketua KADIN Penajam Paser Utara
Tokoh masyarakat yang juga adalah Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Penajam Paser Utara, ketika dihubungi via telpon (whatsaap) oleh tim redaksi media ini menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Mudyat Noor – Waris Muin.
“Sebelumnya saya atas nama pribadi dan KADIN Penajam Paser Utara ingin menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Bapak Mudyat Noor dan Bapak Waris Muin pada perhelatan Pilkada november lalu. Tentu terpilihnya beliau berdua merupakan amanah masyarakat PPU yang menitipkan masa depan PPU kepada beliau berdua.” Ujarnya mengawali.
Ditanyakan terkait dengan prospek kepemimpinan PPU 2025-2030, Rudi (sapaan akrab) menyatakan optimismenya terhadap kepemimpinan Mudyat Noor – Waris Muin.
“Kalau bicara prospek kepemimpinan daerah PPU kedepan, saya kira kita patut optimis, karena Bupati kita sekarang ini punya latar belakang yang luarbiasa. Kita tahu beliau ini adalah seorang aktivis dulunya ya, kemudian politisi dan juga pengusaha, ditambah lagi punya pengalaman di legislatif dan pemerintahan. Jadi kita tidak punya alasan untuk tidak optimis. Begitu juga dengan wakilnya punya pengalaman sebagai pengusaha dan pernah di legislatif, jadi fungsi pengawasan sebagai seorang wakil bupati pasti bisa dijalankan dengan baik menurut saya.”
Rudi menambahkan, “Bupati kita ini kan juga masih relatif muda, tentu energinya masih sangat besar, jadi selain pengalaman yang sudah mumpuni, kemudian ditambah energi yang besar sebagai orang muda, saya kira PPU akan punya masa depan cerah kalau sinergi antar pemimpin daerah berjalan baik.” Tambahnya.
Ketika diminta pendapatnya terkait dengan dinamika politik yang memungkinkan terjadinya friksi-friksi di daerah, Ketua KADIN memberikan pernyataannya.
“Saya pikir semua pihak harus menyadari, Pilkada itu hanya sarana bagi siapapun yang ingin berbuat bagi kemajuan daerah. Kontestasi tentu harus ada, tujuannya untuk mencari pemimpin terbaik. Ketika masyarakat sudah menentukan pilihan, maka semuanya selesai dan kembali bersatu untuk membangun daerah bersama-sama. Jadi intinya tidak ada lagi kubu-kubuan, yang ada hanyalah bagaimana kita semua elemen masyarakat PPU bersatu padu bangun daerah.” Ungkapnya. Paket liburan keluarga ke Bandung
Rudi mengaku, KADIN PPU siap mendukung pemerintahan Mudyat Noor – Waris Muin dan bersinergi dalam membangun perekonomian PPU untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat PPU.
“Sebagai ketua KADIN saya ingin katakan bahwa KADIN siap kapanpun jika dibutuhkan, KADIN juga sangat siap untuk bersinergi dengan pemerintah dan elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama membangun perekonomian daerah demi kesejateraan masyarakat.”
Terkait dengan adanya pemangkasan anggaran daerah oleh pemerintah pusat, Rudi meyakini bahwa Bupati sudah menyiapkan strategi untuk mengatasi permasalahan anggaran yang dipangkas.
“Soal pemangkasan anggaran, saya yakin bupati dan timnya pasti sudah memikirkan langkah-langkah yang akan diambil. Jadi kita tinggal menunggu kebijakan dan jika itu baik bagi masyarakat, ya kita harus dukung.”
Ketua KADIN juga menyampaikan harapannya kepada Mudyat Noor sebagai Bupati PPU agar bisa menghilangkan adanya sekat-sekat sebagai akibat dari kontestasi Pilkada dan bisa membangun sinergi dengan semua elemen masyarakat PPU untuk bersama-sama fokus pembangunan PPU.
Usman Saleh, Tokoh Lembaga Adat Paser
Tokoh masyarakat yang juga dimintai pandangannya oleh tim redaksi media ini adalah Usman Saleh yang juga merupakan salah satu tokoh adat Paser.
Ia menyatakan, bahwa sebagai masyarakat Penajam Paser Utara dirinya mendoakan agar para pemimpin daerah PPU bisa menjalankan tugasnya sampai tuntas.
“Sebagai masyarakat PPU saya berharap dan mendoakan agar pemimpin PPU bisa menjalankan pemerintahan sampai tuntas dan sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat.”
Menurutnya, keinginan masyarakat itu sederhana.
“Ya masyarakat itu keinginannya sederhana, mereka ingin perekonomian meningkat, lapangan kerja terbuka supaya bisa bekerja menafkahi keluarga mereka.”
Saat ditanya tentang seberapa yakin dirinya kalau kepemimpinan Mudyat Noor mampu mewujudkan harapan masyarakat ia menjawab :
“Kan kita bicara berdasarkan latar belakang pak Mudyat selaku bupati, dari yang kita dengar dan kita baca, beliau ini kan adalah pengusaha juga, pasti beliau tahu cara bagaimana membangun ekonomi daerah dengan memanfaatkan sumber daya dan potensi daerah.”
Ia menambahkan, “Kuncinya ada pada bagaimana antara legislatif dan eksekutif bisa harmonis, jangan saling membelakangi. Tambahnya.
Ditanyakan apakah ada potensi perpecahan antara eksekutif dan legislatif, Usman Saleh menjelaskan.
“Kalau bicara potensi, semuanya berpotensi, tapi kita percaya bahwa baik Mudyat Noor sebagai Bupati kemudian Rauf Muin sebagai Ketua DPRD adalah orang-orang yang sudah matang secara emosional. Kita berharap keduanya bersinergi, apalagi kan wakilnya adalah Waris Muin saudara dari Ketua DPRD, seharusnya semua bisa berjalan bergandengan tangan untuk bersama-sama memikirkan kemajuan daerah.” Ungkapnya.
Suhardi, Tokoh Masyarakat / Sekretaris DPRD PPU
Tokoh masyarakat yang juga adalah Sekretaris DPRD PPU ini ketika diwawancarai tim redaksi menyampaikan, bahwa dirinya sebagai masyarakat PPU memberikan dukungan penuh kepada pemerintah kabupaten PPU kedepan.
“Kita sudah tahu bahwa sekarang Bupati kita adalah Bapak Mudyat Noor dan Wakilnya ada Bapak Waris Muin, sebagai masyarakat apalagi saya adalah seorang ASN tentu akan bekerja dan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah.”
Ia menambahkan, “Di awal kepemimpinan pak Bupati dan Wakilnya dihadapkan pada ujian berupa pengurangan anggaran oleh pemerintah pusat, jadi rencana untuk mendatangkan anggaran APBN dari kementerian-kementerian pasti mengalami kendala karena kementerian juga mengalami pengurangan anggaran yang cukup besar.” bebernya.
Atas kendala yang dihadapi Pemkab PPU sehubungan dengan anggaran yang mengalami pengurangan, Suhardi menjelaskan bahwa Ketua DPRD PPU, Rauf Muin telah melakukan upaya agar bisa membantu pemerintah kabupaten.
“Ketua DPRD, Pak Rauf Muin saya lihat sangat luar biasa, beliau tahu bagaimana kondisi keuangan daerah, jadi beliau mencoba ambil langkah antisipatif, beliau berkoordinasi dengan Badan Bank Tanah terkait dengan rencana mendatangkan investor dan supaya itu bisa disinergikan dengan Pemkab. Harapannya, dari program Bank Tanah bisa mendongkrak PAD dan juga UMKM bisa menggeliat demikian juga Perumda bisa mendorong terbukanya lapangan kerja.” Terangnya.
Suhradi percaya, dengan sinergi antara Bupati dan DPRD akan bisa mengatasi masalah keuangan daerah dan bisa membawa PPU semakin maju.
“Kalau saya lihat, Bupati dan Ketua DPRD kita ini sama-sama orang progresif, jadi kalau legislatif dan eksekutif berkolaborasi membangun daerah, saya kira kedepan kita yakin PPU semakin maju.” Pungkasnya.
Kasim Assegaf, Tokoh Masyarakat / Aktivis
Senada dengan narasumber lainnya, Kasim Assegaf juga berpandangan optimis terhadap sosok Bupati PPU, Mudyat Noor. Menurutnya, Masa depan PPU saat ini sudah ditangan orang yang tepat, muda berpengalaman dan punya gaya kepemimpinan yang nampaknya berbeda dari pemimpin PPU sebelumnya.
“Saya optimis dengan kepemimpinan Mudyat Noor, karena seperti yang sudah pernah saya sampaikan, beliau aktivis, politisi dan pengusaha, terlebih beliau juga punya pengalaman di legislatif dan eksekutif.”
Kasim menambahkan, “Banyak orang punya latar belakang aktivis, politisi dan pengusaha tapi juga gagal ketika memimpin pemerintahan, tapi bedanya Bupati kita sekarang ini juga punya pengalaman terkait tata kelola pemerintahan, karena pernah jadi orang kepercayaan pak Achmad Amins (almarhum) selama dua periode jadi Walikota.” Ungkap Kasim.
Kasim yakin, akan ada gaya kepemimpinan yang berbeda di PPU, alasannya, karena dua pemimpin utama PPU yakni Bupati PPU dan Ketua DPRD PPU memiliki latar belakang yang sama dan sama-sama progresif dengan visi besar.
“Kalau liat komposisi kepemimpinan di PPU saat ini, saya yakin gaya kepemimpinan akan lebih puya warna positif, karena Bupati dan Ketua DPRD PPU sama-sama punya latar belakang yang bagus sebagai aktivis, politisi dan pengusaha. Sinergi keduanya kemudian ditopang oleh struktur yang bisa menerjemahkan instruksi dan program kerja dengan baik, Insya Allah PPU kita kedepan akan mengalami kemajuan signifikan.” Pungkasnya.(red.hai). alamat pabrik sepatu









