Indonesiakita-news.com – Penajam. Ketua LSM Guntur, Kasim Assegaf, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri yang dinilainya bergerak cepat, progresif, dan berani dalam mengusut dugaan korupsi tata kelola pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU yang diduga berdampak pada terjadinya pemadaman listrik (blackout) di berbagai wilayah Sumatra dan Jawa. Penyidikan kasus tersebut saat ini tengah dilakukan oleh Kortas Tipidkor Polri setelah ditemukan dugaan manipulasi dokumen kualitas dan kuantitas batu bara yang dipasok ke sejumlah pembangkit listrik.
Menurut Kasim Assegaf, langkah Polri tersebut menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas korupsi pada sektor strategis yang selama ini diduga menjadi lahan permainan para mafia batu bara. Ia menilai praktik korupsi dalam rantai pasok energi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung terhadap kepentingan masyarakat luas karena berpotensi mengganggu pasokan listrik nasional. Dugaan penyimpangan yang tengah diusut bahkan disebut menyebabkan terganggunya pasokan batu bara ke sejumlah PLTU dan berkontribusi terhadap blackout di berbagai daerah.
“Kami mengapresiasi langkah Polri yang sangat progresif, sigap, dan berani dalam membongkar dugaan korupsi batu bara. Sudah saatnya mafia batu bara diberantas sampai ke akar-akarnya agar tidak terus-menerus merugikan negara dan menyengsarakan rakyat. Sektor energi adalah sektor vital yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, sehingga tidak boleh dikuasai oleh kelompok-kelompok yang hanya mencari keuntungan pribadi melalui praktik-praktik koruptif,” tegas Kasim Assegaf.
Kasim menambahkan bahwa pengungkapan kasus ini harus menjadi momentum untuk membersihkan tata kelola sektor pertambangan dan energi nasional dari berbagai praktik penyimpangan yang selama ini diduga berlangsung secara sistematis. Ia berharap Polri dapat mengusut perkara tersebut secara menyeluruh, tidak hanya menyentuh pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap aktor-aktor utama yang memperoleh keuntungan dari praktik korupsi tersebut.
Lebih lanjut, Kasim Assegaf menegaskan bahwa LSM Guntur siap memberikan dukungan moral dan partisipasi masyarakat sipil dalam upaya pemberantasan korupsi yang sedang dilakukan Polri.
“Kami bersama seluruh jajaran LSM Guntur menyatakan siap mendukung Polri apabila dibutuhkan. Pemberantasan korupsi adalah agenda bersama bangsa ini. Karena itu, masyarakat sipil harus berdiri bersama aparat penegak hukum yang bekerja secara profesional, independen, dan berintegritas untuk menyelamatkan uang negara serta melindungi kepentingan rakyat,” ujarnya.
LSM Guntur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses hukum yang sedang berjalan agar dapat berlangsung secara transparan, objektif, dan bebas dari intervensi pihak mana pun. Menurut Kasim, keberhasilan pengungkapan kasus korupsi di sektor batu bara akan menjadi pesan kuat bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum ketika kepentingan negara dan rakyat menjadi taruhannya.(red.mar)










